| Kirim Artikel |
| YUK Mobile |
| Kabar YUK |
| KOLABORASI SENI PERTUNJUKAN |
| Oleh: Administrator | |
|
Masih di hari yang sama (13 Agustus 2008), BKPBM (Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu) juga kedatangan tamu dari Yayasan Umar Kayam (YUK), Yogyakarta, yang berencana menyelenggarakan kolaborasi seni pertunjukan. Direktur YUK, Kusen Alipah Hadi, yang didampingi oleh Slamet Tohari, staf YUK, menyatakan bahwa ke depan YUK memiliki agenda pementasan seni pertunjukan sebagai upaya mempertemukan berbagai ekspresi kebudayaan.
“Dialog kebudayaan yang mendesak saat ini adalah dialog kawasan,” kata Kusen. Hal ini karena budaya-budaya serumpun saling bersinggungan satu sama lain. “Jadi, keterancaman budaya bukan hanya berasal dari Amerika atau Barat, tetapi juga Aceh merasa terancam oleh Jawa, atau Jawa merasa terancam oleh masakan Minang,” ujarnya dengan bercanda. Menyikapi hal itu, Kusen lalu menawarkan kerjasama penyelenggaraan kolaborasi seni pertunjukan antarbangsa serumpun. Tawaran ini ditanggapi positif oleh Mahyudin Al Mudra, yang menuturkan bahwa pertunjukan seni tradisional yang ada saat ini makin ketinggalan zaman, terutama dalam hal kemasannya yang tidak lagi menarik bagi masyarakat luas. “Kita perlu mengemas sedemikian rupa pertunjukan tradisional supaya masyarakat kembali berminat menontonnya,” tuturnya. Selain Mahyudin, Prof. Muhammad Haji Salleh, Sastrawan Negara Melaysia yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, jika ingin mengadakan pementasan seni pertunjukan hendaknya dicari genre seni pertunjukan yang memiliki cakupan penyebaran yang luas. Beliau mencontohkan, tradisi berpantun yang menyebar hampir di seluruh AsiaTenggara bahkan hingga ke Perancis. Selain itu, dapat juga dipentaskan cerita-cerita khas dari kebudayaan Melayu, misalnya cerita tentang Hang Tuah yang cukup melegenda di seluruh negara rumpun Melayu. Menanggapi pendapat Prof. Muhammad, Kusen mengusulkan bentuk seni pertunjukan yang mengangkat legenda besar Hang Tuah. Usulan ini disetujui oleh Mahyudin yang menuturkan bahwa pementasan cerita Hang Tuah merupakan satu upaya mendialogkan budaya Melayu dengan budaya-budaya lain, termasuk dengan budaya Jawa (Majapahit). Dari pertemuan ini, BKPBM dan YUK bersepakat untuk menjalinan kerjasama yang lebih intens. Sumber: MelayuOnline.com |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|