|
|
UJI COBA LAWAK LINTAS BUDAYA |
|
Oleh: Iwan Pribadi - GudegNet
|
|
Lawak Indonesia Mau Kemana? Kemarin malam (29/06) sekitar pukul 20:00 WIB di Yayasan Bagong Kussudiardjo diadakan pementasan lawak yang menampilkan gabungan pelawak dari Yogyakarta, Surabaya, Bali, Papua, Semarang, Tegal, dan Solo. |
|
Selengkapnya
|
|
|
LAWAKAN KINI, LUCU, LAKU MINUS KRITIS |
|
Oleh: Administrator
|
Dekade terakhir, humor berada di posisi yang tidak begitu baik.
Tayangan humor di televisi saat ini, hanyalah banyolan semata tanpa isi. Bertempat di Padepokan Bagong Kussudiardja, Darminto M Sudarmo, Eko Bebek, Yu Milko Sri Mulyati memberi kuliah umum dalam acara bertajuk Lawak Indonesia Mau Ke Mana? Sabtu (27/6) kemarin.
|
|
Selengkapnya
|
|
|
CATATAN WORKSHOP PENULISAN NASKAH #1 FESTIVAL TEATER JOGJA |
|
Oleh: M. AHMAD JALIDU, penggiat Gamblang Musikal Teater
|
|
Panitia Festival Teater Jogja baru saja menyelenggarakan Workshop Penulisan Naskah Drama di ruang seminar Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2009. Meski seyogyanya dihadiri 18 kelompok peserta Festival Teater Jogja, namun sayangnya beberapa kelompok absen. |
|
Selengkapnya
|
|
|
DARI KOPI SUSU HINGGA COKLAT |
|
Oleh: Andy Eswe
|
Sejak pertemuan awal Festival Teater Jogja (27/04/09) yang dihadiri 19 Grup teater dan penyelenggara festival, saya mulai gelisah sendiri. Entah gelisah perihal apa, saya tidak begitu paham? Yang ada dalam benak saya hanya kopi susu. Sama sekali tak ada hubungannya dengan teater. Itulah mengapa saya jadi merasa sendiri dalam pertemuan itu. Saya ingin menghapus kopi susu dari benak saya tapi tidak bisa. Kadang saya usil ngajak ngobrol Bu Nunung dari teater Amarta Bantul, Cekikikan melihat Mas Indra Tranggana yang kurang nyaman duduk di kursi akibat tubuhnya yang sulit beradaptasi dengan wadah pantat itu, dan kemudian memutuskan berpindah-pindah tempat agar lebih membantu menghilangkan bayangan tentang kopi susu. Sungguh, saya tak konsentrasi dalam pertemuan itu. Ingin rasanya segera pulang ke sanggar, membuat kopi susu dan menggagas peristiwa teater. Peristiwa kecil-kecilan saja, tapi seru dan menyenangkan. Dimanapun. Kapanpun. |
|
Selengkapnya
|
|
|
URIP ORA KUDU REKASA (HIDUP TIDAK HARUS SUSAH) |
|
Oleh: Erang Risanto
|
|
Perrtunjukan ini GRATIS! Undangan (terbatas) dapat diperoleh (sebelum hari pementasan) di LIP Yogyakarta Jl. Sagan No 3, Yogyakarta atau Komunitas Sarkem Yogykarta, Gedung C-02.102 FBS Timur, UNY, Jl. Madukoro No 3, Karangmalang CT/Depok, Sleman, Yogyakarta 55281, atau dapat menghubungi Teja (081802767774) dan Danu (0817279506). |
|
Selengkapnya
|
|
|
SEMBILAN BUKU DIBEDAH DALAM SATU MALAM, MUNGKINKAH? |
|
Oleh: Faiz Ahsoul (Pelaksana Acara)
|
Apresiasi-Sastra (APSAS), sebuah forum diskusi sastra bekerjasama dengan Yayasan Umar Kayam, telah membuktikannya dengan menggelar acara Parade Obrolan Karya, di Warung Angkringan Yayasan Umar Kayam, Rabu, 6 Mei 2009. |
|
Selengkapnya
|
|
|
Oleh: Sholahudin
|
|
Setiap hari Minggu, Sukribo hadir menemani pembaca Kompas di Indonesia. Berdampingan dengan Panji Koming, Benny & Mice, Timun dan Konpopilan, Sukribo memberi warna khusus melalui tema-tema yang diangkatnya. Dengan gaya “Yogya” yang “Nyengit”, Sukribo mengangkat isu sehari-hari dalam balutan kelucuan dan kesinisan khas gaya orang Jogja. |
|
Selengkapnya
|
|
|
FGD di Yogya: DUA CEWEK PLUS TIGA COWOK |
|
Oleh: Kris Budiman
|
“Ada sesuatu yang membuatku ingin baca terus. Apalagi temanya tentang orang-orang kelas bawah, orang-orang yang sama seperti saya. Seakan-akan novel ini pro banget sama saya,” ujar Rusli dengan fasihnya tentang novel Kuntowijoyo, Pasar. |
|
Selengkapnya
|
|
|
AKREDITASI ARI REDA: TERDENGAR |
|
Oleh: Eko Harsoselanto
|
“Nanti, di Saturday Off, ada ARI REDA. Seru…!” kata seorang teman.
ARI REDA itu siapa? Saya tidak paham. Tapi berhubung acara musik ini biasa ramai, maka saya ikut nonton juga.
Saat MC mempersilakan ARI REDA naik ke panggung, terlihat seorang perempuan berkaca mata diikuti seorang lelaki gondrong membawa gitar kopong. Baru jelas, ternyata, itu bukan nama Grup, tapi nama dua orang itu. Lelaki gondrong itu main gitar dan yang perempuan menyanyi. Ada apa dengan mereka, kok segitu hebohnya teman-teman ingin melihat mereka? |
|
Selengkapnya
|
|
|
JAKARTA: RITUAL YANG SAMA |
|
Oleh: Herlina Tiens
|
(Catatan Perjalanan FGD Program Sastra Paska Orde Baru di Jakarta)
Menurut jadwal di awal, seharusnya FGD di Jakarta dilakukan setelah dari FGD di Padang, tapi mempertimbangkan beberapa hal, dan keefektifan waktu, kami memutuskan untuk melakukannya di Bandung terlebih dulu. Dari Bandung kami kami kembali ke Jakarta. |
|
Selengkapnya
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Memperlihatkan 1 - 15 dari 18 |