Skip to content

Yayasan Umar Kayam

Loading...

Berita 2

Berita 3

Berita 4

Berita 5

Berita

 
Mengakses internet sambil makan gorengan, sate usus, bertukar cerita atau wacana: ANGKRINGAN YUK menyediakan semua.

 
Selasa, 07 September 2010 Increase font size  Decrease font size  Default font size 
Anda berada di:    Beranda arrow Berita

Pengunjung ke:

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
Berita
MEREGUK KERINDUAN PADA SOSOK UMAR KAYAM
Oleh: BENITO RIO AVIANTO, Mahasiswa Magister Ekonomika Pembangunan, Universitas Gadjah Mada   
Sejak pertemuan pada tahun 1993 lewat “Mangan Ora Mangan Kumpul”, sebuah masterpiece karya  Prof. Umar Kayam, Ph.D (UK), saya tidak pernah mengira bahwa pada hari ini Rabu, 22 Juli 2009, kerinduan pada sosok Umar Kayam cukup terobati.  Kerinduan yang terpendam selama enam belas tahun.
Selengkapnya
 
UJI COBA LAWAK LINTAS BUDAYA
Oleh: Iwan Pribadi - GudegNet   
Lawak Indonesia Mau Kemana? Kemarin malam (29/06) sekitar pukul 20:00 WIB di Yayasan Bagong Kussudiardjo diadakan pementasan lawak yang menampilkan gabungan pelawak dari Yogyakarta, Surabaya, Bali, Papua, Semarang, Tegal, dan Solo.
Selengkapnya
 
LAWAKAN KINI, LUCU, LAKU MINUS KRITIS
Oleh: Administrator   
Dekade terakhir, humor berada di posisi yang tidak begitu baik.

Tayangan humor di televisi saat ini, hanyalah banyolan semata tanpa isi. Bertempat di Padepokan Bagong Kussudiardja, Darminto M Sudarmo, Eko Bebek, Yu Milko Sri Mulyati memberi kuliah umum dalam acara bertajuk Lawak Indonesia Mau Ke Mana? Sabtu (27/6) kemarin.

Selengkapnya
 
CATATAN WORKSHOP PENULISAN NASKAH #1 FESTIVAL TEATER JOGJA
Oleh: M. AHMAD JALIDU, penggiat Gamblang Musikal Teater   
Panitia Festival Teater Jogja baru saja menyelenggarakan Workshop Penulisan Naskah Drama di ruang seminar Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2009. Meski seyogyanya dihadiri 18 kelompok peserta Festival Teater Jogja, namun sayangnya beberapa kelompok absen.
Selengkapnya
 
DARI KOPI SUSU HINGGA COKLAT
Oleh: Andy Eswe   
Sejak pertemuan awal Festival Teater Jogja (27/04/09) yang dihadiri 19 Grup teater dan penyelenggara festival, saya mulai gelisah sendiri. Entah gelisah perihal apa, saya tidak begitu paham? Yang ada dalam benak saya hanya kopi susu. Sama sekali tak ada hubungannya dengan teater. Itulah mengapa saya jadi merasa sendiri dalam pertemuan itu. Saya ingin menghapus kopi susu dari benak saya tapi tidak bisa. Kadang saya usil ngajak ngobrol Bu Nunung dari teater Amarta Bantul, Cekikikan melihat Mas Indra Tranggana yang kurang nyaman duduk di kursi akibat tubuhnya yang sulit beradaptasi dengan wadah pantat itu, dan kemudian memutuskan berpindah-pindah tempat agar lebih membantu menghilangkan bayangan tentang kopi susu. Sungguh, saya tak konsentrasi dalam pertemuan itu. Ingin rasanya segera pulang ke sanggar, membuat kopi susu dan menggagas peristiwa teater. Peristiwa kecil-kecilan saja, tapi seru dan menyenangkan. Dimanapun. Kapanpun.
Selengkapnya
 
URIP ORA KUDU REKASA (HIDUP TIDAK HARUS SUSAH)
Oleh: Erang Risanto   
Perrtunjukan ini GRATIS! Undangan (terbatas) dapat diperoleh (sebelum hari pementasan) di LIP Yogyakarta Jl. Sagan No 3, Yogyakarta atau Komunitas Sarkem Yogykarta, Gedung C-02.102 FBS Timur, UNY,  Jl. Madukoro No 3, Karangmalang CT/Depok, Sleman, Yogyakarta 55281, atau dapat menghubungi Teja (081802767774) dan Danu (0817279506).
Selengkapnya
 
SEMBILAN BUKU DIBEDAH DALAM SATU MALAM, MUNGKINKAH?
Oleh: Faiz Ahsoul (Pelaksana Acara)   
Apresiasi-Sastra (APSAS), sebuah forum diskusi sastra bekerjasama dengan Yayasan Umar Kayam, telah membuktikannya dengan menggelar acara Parade Obrolan Karya, di Warung Angkringan Yayasan Umar Kayam, Rabu, 6 Mei 2009.
Selengkapnya
 
MENGGUNDULI SUKRIBO
Oleh: Sholahudin   
Setiap hari Minggu, Sukribo hadir menemani pembaca Kompas di Indonesia. Berdampingan dengan Panji Koming, Benny & Mice, Timun dan Konpopilan, Sukribo memberi warna khusus melalui tema-tema yang diangkatnya. Dengan gaya “Yogya” yang “Nyengit”, Sukribo mengangkat isu sehari-hari dalam balutan kelucuan dan kesinisan khas gaya orang Jogja.
Selengkapnya
 
FGD di Yogya: DUA CEWEK PLUS TIGA COWOK
Oleh: Kris Budiman   
“Ada sesuatu yang membuatku ingin baca terus. Apalagi temanya tentang orang-orang kelas bawah, orang-orang yang sama seperti saya. Seakan-akan novel ini pro banget sama saya,” ujar Rusli dengan fasihnya tentang novel Kuntowijoyo, Pasar.
Selengkapnya
 
AKREDITASI ARI REDA: TERDENGAR
Oleh: Eko Harsoselanto   
“Nanti, di Saturday Off, ada ARI REDA. Seru…!” kata seorang teman.

ARI REDA itu siapa? Saya tidak paham. Tapi berhubung acara musik ini biasa ramai, maka saya ikut nonton juga.

Saat MC mempersilakan ARI REDA naik ke panggung, terlihat seorang perempuan berkaca mata diikuti seorang lelaki gondrong membawa gitar kopong. Baru jelas, ternyata, itu bukan nama Grup, tapi nama dua orang itu. Lelaki gondrong itu main gitar dan yang perempuan menyanyi. Ada apa dengan mereka, kok segitu hebohnya teman-teman ingin melihat mereka?
Selengkapnya
 
JAKARTA: RITUAL YANG SAMA
Oleh: Herlina Tiens   
(Catatan Perjalanan FGD Program Sastra Paska Orde Baru di Jakarta)

Menurut jadwal di awal, seharusnya FGD di Jakarta dilakukan setelah dari FGD di Padang, tapi mempertimbangkan beberapa hal, dan keefektifan waktu, kami memutuskan untuk melakukannya di Bandung terlebih dulu. Dari Bandung kami kami kembali ke Jakarta.
Selengkapnya
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>

Memperlihatkan 1 - 15 dari 18